Inter Maunya Treble, Malah Terrible

Inter Milan Akan Didukung Lebih dari 60 Ribu Penonton Saat Melawan Red Star

Musim 2024/2025 seharusnya menjadi tahun keemasan bagi Inter Milan. Dengan skuad yang dipenuhi talenta top, semangat juara usai meraih Scudetto musim lalu, dan strategi manajemen yang semakin solid, banyak fans berharap besar: treble winners seperti tahun 2010 silam.

Namun, alih-alih mengulang kejayaan, Nerazzurri justru menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih “Treble”, yang mereka dapatkan malah “Terrible”.

Gagal di Semua Lini

Di Serie A, Inter memang sempat mendominasi klasemen hingga paruh musim. Tapi performa menurun drastis usai jeda internasional. Cedera pemain kunci seperti Lautaro Martinez dan Nicolo Barella merusak ritme permainan. Hasilnya? Inter finis di posisi kedua, disalip oleh Juventus di pekan-pekan akhir.

Di Liga Champions, nasib lebih buruk menanti. Inter tersingkir di babak 16 besar oleh tim yang di atas kertas jauh lebih lemah, seperti FC Porto. Strategi pelatih Simone Inzaghi banyak dipertanyakan, terutama soal pergantian pemain dan pendekatan defensif yang terlalu konservatif.

Piala Coppa Italia? Lagi-lagi bencana. Didepak oleh Atalanta di perempat final, Inter tampil tanpa gairah dan seakan kehabisan energi.

Masalah Internal dan Ketergantungan Pemain

Bukan cuma masalah teknis, tapi juga isu internal mulai mencuat. Rumor perpecahan ruang ganti, ketegangan antara beberapa pemain senior dengan staf pelatih, dan tekanan finansial membuat suasana di Appiano Gentile panas dingin.

Lebih parahnya lagi, Inter terlalu bergantung pada beberapa nama. Saat Lautaro absen, lini depan seperti lumpuh. Markus Thuram belum bisa tampil konsisten, dan Arnautovic sudah bukan lagi striker tajam seperti dulu.

Harapan Musnah, Evaluasi Menanti

Dengan ekspektasi tinggi di awal musim, hasil ini jelas mengecewakan. Para pendukung yang berharap treble, kini hanya bisa mengelus dada. Meme “Inter Maunya Treble, Malah Terrible” bertebaran di media sosial sebagai cermin kekecewaan fans.

Manajemen pun harus segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mulai dari pelatih, strategi transfer, hingga mentalitas skuad. Kalau tidak, musim depan bisa lebih parah.

Baca Juga: Totti Sebut Conte dan Allegri Sudah Teken Kontrak dengan Klub Lain, Klub Mana Nih?