Tantangan Musim Kedua Barcelona: Berat untuk Hansi Flick, Target Juara Eropa!

Tantangan Berat di Musim Kedua Hansi Flick

Musim kedua bagi seorang pelatih di Barcelona selalu terasa sebagai fase paling sulit—tekanan meningkat, ekspektasi membumbung tinggi, dan peluang untuk melakukan kesalahan semakin menyempit. Hansi Flick kini berada di titik tersebut setelah sukses besar: treble domestik di musim pertamanya menjadi modal kuat, namun bukan jaminan kesuksesan lanjutan.

Serupa dengan era Frank Rijkaard, musim kedua ini bisa menjadi penentu apakah proyek Flick akan naik kelas menuju puncak Eropa, atau justru stagnan.


Masalah Defensif & Kekurangan Materi

Kendati bukan pertahanan terburuk musim lalu—dengan 39 gol kebobolan di La Liga—Barcelona tetap terlihat rapuh di laga-laga krusial, seperti semifinal Liga Champions kontra Inter. Kepergian Iñigo Martínez—yang menjadi pilar lini belakang—menambah tantangan, sedangkan pola bermain garis tinggi dan offside agresif yang jadi ciri Barcelona di bawah Flick, makin rentan diserang balik oleh lawan.

Ronald Araujo dan Andreas Christensen sejauh ini menjadi jangkar di lini belakang, namun keduanya belum sepenuhnya terbukti konsisten. Dengan opsi defensif yang terbatas, Flick harus menemukan solusi cepat untuk menjaga keseimbangan tim.


Manajemen Pemain & Ketidakpastian Formasi

Sebagai pelatih, Flick dikenal piawai memaksimalkan potensi individu dan membangun kekompakan tim—contohnya dalam menangani Marc Bernal yang tengah menjalani pemulihan cedera. Namun saat ini, ia harus juga menghadapi tekanan administrasi: inskripsi pemain seperti Joan García dan Marcus Rashford tertunda karena masalah finansial dan kompegisi internal.

Tensinya makin terasa dengan perpecahan antar pemain—seperti konflik Gavi–Fermín—dan keluarnya Iñigo Martínez, yang dikenang oleh Flick sebagai sosok penting karena karakter dan kontribusinya.


Ambisi Besar di Eropa

Setelah kekalahan dramatis di semifinal Liga Champions, Flick menegaskan bahwa trofi Eropa menjadi target musim depan. Di musim lalu, meski sempat tersingkir oleh Inter dengan agregat 6–7, Flick menolak menyerah dan bertekad kembali dengan skuad lebih kuat.

Flick tidak menyembunyikan ambisinya—bahkan pernah menyatakan “kami harus memenangkan semua kompetisi” (triplete). Namun ia tetap realistis, menyadari bahwa perjalanan juara Eropa menuntut persiapan matang dan kerja keras konsisten.


Kekompakan & Serangan Mematikan

Sisi positifnya: di pramusim dan musim debut, Barcelona di bawah Flick tampil seperti “mesin”—menyapu kemenangan, mencetak gol gemilang, dan membaik secara finansial. Serangan agresif Flick membuat lini depan Barcelona memuncaki La Liga secara produktivitas dan penampilan dramatis, termasuk sembilan kemenangan comeback—tiga di antaranya atas Real Madrid.


Rangkuman Tantangan & Target Musim Kedua

Aspek Tantangan / Ambisi
Ekspektasi Tinggi Musim kedua lebih sulit, kesalahan bisa mahal.
Pertahanan Rentan Absennya Iñigo Martínez dan gaya agresif Flick membuka celah taktis.
Administrasi & Inscription Pemain penting seperti Rashford & Joan García belum didaftarkan, Lewandowski cedera.
Dinamika Internal Konflik antar pemain dan hubungan dengan manajemen diuji.
Target Juara Eropa Flick ingin menuntaskan perjalanan dengan gelar Liga Champions.
Lini Serang & Finansial Kuat Modal besar dari kesuksesan domestik musim lalu dan performa ofensif yang memukau.

Barcelona sedang berada di persimpangan: musim kedua akan mengungkap apakah era Flick bisa menjadi era Keemasan Eropa. Tantangan besar sudah menanti, tapi modal yang ada—serangan dahsyat, dukungan manajemen, dan ambisi tak tergoyahkan—menjadi pondasi kokoh untuk ambil langkah selanjutnya.

Baca Juga: AC Milan Cari Striker Baru, Rafael Leao Ingin Pemain Ini Datang ke San Siro